Sabtu, 01 September 2012
Jumat, 01 Juni 2012
ON-MIPA 2012
OLIMPIADE
NASIONAL MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUNAN ALAM
TINGKAT
PERGURUAN TINGGI (ON-MIPA)
Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi menyelenggarakan Olimpiade Nasional Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ON-MIPA) sebagai bagian untuk
mempersiapkan mahasiswa dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa yang mulai
dirintis pada tahun 2009 dengan bidang Matematika, Kimia dan Fisika, yang
kemudian pada tahun 2011 ditambah bidang Biologi.
Dalam
rangka mendorong peningkatan kemampuan akademik dan memperluas wawasan
mahasiswa, maka Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik UCY pada tahun 2012
ini mengirimkan satu orang mahasiswa semester 2 yaitu Bagus Kelana untuk berpartisipasi dalam ON-MIPA bidang matematika.
ON-MIPA
Kopertis Wilayah V Yogyakarta diikuti
mahasiswa PTN dan PTS semester I s.d. VIII dengan materi : Aljabar Linier,
Struktur Aljabar, Analisis Real, Analisis Kompleks dan Kombinatorika. Dari
hasil lomba, Bagus Kelana menunjukan hasil yang cukup menggembirakan dengan
peringkat 20 dari 92 peserta dari PTS.
Jumat, 25 Mei 2012
JURNAL Vol. I, No. 1 Tahun 2006
JURNAL TEKNIK SIPIL UCY
Vol I, No. 1 Tahun 2006
PEMAKAIAN
KAYU JATI ASAL WONOSARI
UNTUK
KEPERLUAN BANGUNAN
(DITINJAU TERHADAP SIFAT FISIK DAN SIFAT
MEKANIK)
Oleh: Erlina (Dosen Prodi Teknik Sipil UCY)
ABSTRAKSI: Kayu jati merupakan bahan
bangunan yang diperoleh dari alam, tanpa melalui proses pabrikasi
mempunyai kualitas yang cukup baik dan secara ekonomi mempunyai harga
relatif murah, jika dibandingkan dengan beton dan baja.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
seberapa besar kekuatan kayu jati asal Wonosari ditinjau berdasar kekuatan
sifat mekanik yang meliputi : pengujian kuat desak kayu sejajar arah serat,
pengujian kuat desak kayu tegak lurus arah serat, pengujian kuat tarik kayu
sejajar arah serat, pengujian kuat lentur kayu tegak lurus arah serat, dan pengujian kuat geser searah arah serat,
dengan jumlah benda uji setiap pengujian 6 buah, kecuali pada pengujian kuat
desak kayu sejajar arah serat dan pengujian kuat desak kayu tegak lurus arah
serat masing-masing 3 buah. Metode yang dipergunakan adalah dengan pengujian di
laboratorium Bahan Bangunan Universitas
Cokroaminoto Yogyakarta .
Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa kayu
jati asal Wonosari Yogyakarta memiliki kadar air rata-rata 10,849 %, berat jenis
rata-rata 0,609 gr/cm3, kuat tarik ijin sejajar arah serat 250,640
kg/cm2, kuat geser ijin sejajar arah seratnya 53, 459 kg/cm2,
kuat desak ijin sejajar arah serat 128,276 kg/cm2, kiuat desak ijin
tegak lurus arah serat 38,938 kg/cm2 dan kuat lentur ijin tegak
lurus arah serat 276, 375kg/cm2. Berdasar Peraturan Konstruksi Kayu
Indonesia (PKKI) tahun1961 maka kayu jati asal Wonosari mempunyai mutu A dan
Kekuatan kayu berkisar pada Klas kuat I – II ( Klas kuat Jati ).
Kata kunci : Kayu Jati, kuat tarik, kuat
desak, kuat geser dan kuat lentur
KAJIAN BETON
RINGAN NON-PASIR
DENGAN
AGREGAT ALWA ASAL CILACAP
Oleh: Hery Kristiyanto
(Dosen Prodi Teknik Sipil UCY)
ABSTRAK: Didaerah
Cilacap telah dikembangkan kerikil buatan yang disebut dengan alwa yang terbuat
dari lempung sedimenter. Karena berat jenisnya yang rendah, maka alwa dapat
digunakan sebagai agregat kasar pada beton ringan. Beton ringan non-pasir
adalah salah satu jenis beton ringan yang diperoleh dengan cara menghilangkan
agregat halusnya.
Tujuan
penelitian ini adalah untuk menguji dan mengamati keterkaitan antara berat
jenis, volume rongga dan kuat tekan pada beton ringan non pasir dengan agregat
alwa. Alwa yang digunakan berukuran 5 mm – 20 mm, dengan faktor air semen 0,45
dan variasi campuran direncanakan dengan perbandingan volume semen : agregat
yaitu; 1:2, 1:4, 1:6, 1:8, dan 1:10. Benda uji berupa kubus berukuran 15 cm x
15 cm x 15 cm, yang dirawat dengan perendaman dalam air dan diuji pada umur 7,
14, dan 28 hari.
Dari
hasil penelitian menunjukkan bahwa benda uji merupakan beton ringan dengan
nilai maksimum berat jenis dan volume rongga berturut-turut 1,96 T/m3 dan 34,94
%. Nilai kuat tekan beton mencapai 37,66 MPa
pada umur 28 hari, dengan kandungan semen 571 kg/m³. Kuat tekan beton meningkat
seiring dengan meningkatnya berat jenis dan menurunnya volume rongga.
Kata kunci : beton ringan,
alwa, kuat tekan, berat jenis.
PENGARUH SUMBER DAYA MANUSIA
TERHADAP
KINERJA MANAJEMEN
PERUSAHAAN PROPERTI
Oleh: Ilham Poernomo (Dosen Prodi Teknik
Sipil UJB)
ABSTRAK: Pelatihan dilakukan untuk
meningkatkan kualitas baik dalam hal pengetahuan, keahlian, maupun sikap
sehingga kekurangan-kekurangan yang ada sebelumnya dapat diperbaiki. Sedangkan
pengembangan biasanya lebih mengarah kepada usaha untuk meningkatkan kemampuan
seseorang dalam menghadapi persoalan-persoalan yang ada diperusahaan. Faktor yang dapat mempengaruhi
konsumen terhadap perusahaan pengembang diantaranya adalah Motivasi, Persepsi,
pengetahuan, keyakinan, dan pendirian yang harus dihadapi dari perusahaan.
Perancangan
kredibilitas dari perusahaan pengembang tentang tanggung jawab yang harus
dipenuhi akan mengakibatkan pengaruh yang sangat besar disamping menunjukan
loyalitas perusahan juga menunjukan motivasi serta misi yang diambil perusahaan dalam perkembangan
perusahaan itu sendiri.
Pelatihan
dan pengembangan yang dilakukan dengan program yang baik dan terarah serta
terus-menerus yang merupakan bagian dari sistem yang ada dalam perusahaan dan
merupakan bagian invenstasi jangka panjang yang diperoleh perusahaan, sehingga
perusahaan properti tidak dapat
mengabaikan salah satu dari bentuk tanggung-jawab dalam sistem yang ada.
Kata kunci: Sumber Daya Manusia,
Pelatihan, Pengembangan, Properti
PERANCANGAN STRUKTUR BETON BERTULANG AKIBAT
BEBAN LENTUR MENURUT SNI - 2002
Oleh: Nurokhman (Dosen Prodi Teknik Sipil UCY)
ABSTRAK: Beberapa perubahan tata
cara perancangan struktur beton bertulang telah ditetapkan dalam SNI – 2002,
khususnya untuk komponen struktur yang menerima beban lentur pada balok.
Sebagian besar revisi dilakukan untuk mendapatkan suatu hasil perancangan
struktur beton dengan perilaku yang “lebih dapat dipercaya”, dan realistis
dalam tingkat keamanan yang wajar yang didasari oleh hasil-hasil studi struktur
beton baik secara modelisasi analitis maupun empiris eksperimental. Untuk
penerapan yang lebih komprehensif, perlu kiranya mempelajari SNI-2002 secara
rinci dan menyeluruh termasuk memahami sumber-sumber perubahannya agar dapat
mengerti dasar pemikiran yang menyertai revisi-revisi tersebut dan
keterkaitannya secara keseluruhan yang terpadu.
Kata kunci : perancangan, beton bertulang, , lentur, SNI-2002
PERENCANAAN
CRANE GIRDER DAN
COLUMN BASE PLATE PADA BANGUNAN
INDUSTRI
Oleh: Singgih Subagyo (Dosen Prodi Teknik
Sipil UCY)
ABSTRAK: Dalam tulisan ini diuraikan cara perencanaan dan aplikasi analisis
dari balok keran (crane girder) dan pelat dasar kolom (column base plate) yang
merupakan bagian dari bangunan baja untuk industri. Dalam perencanaan struktur
baja, berat struktur diusahakan seminimum mungkin namun cukup kuat dan kaku
terhadap gaya
yang bekerja. Peraturan yang digunakan dalam perencanaan adalah : Pedoman Perencanaan
Bangunan Baja untuk Gedung (PPBBG) 1987, SNI Tata Cara Perencanaan Struktur
Baja untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1729-2002), dan Peraturan Pembebanan
Indonesia untuk Gedung (PPI) 1983.
Kata kunci : perencanaan, balok keran, pelat dasar kolom
KALIBRASI
MODEL GRAVITY MATRIKS ASAL TUJUAN PENUMPANG BUS AKAP JURUSAN
YOGYAKARTA-SURABAYA KELAS EKONOMI
Oleh: Suryanto
(Dosen Prodi Teknik Sipil UCY)
ABSTRAKI: Penyesuaian hasil pemodelan dengan
pengamatan di lapangan mengenai komponen-komponen penumpang (asal tujuan
penumpang dan jumlah penumpang) perlu dilakukan. Pemodelan penumpang bus AKAP
jurusan Yogyakarta-Surabaya kelas ekonomi dipakai pendekatan model Gravity
dengan-batasan-bangkitan-tarikan fungsi hambatan pangkat. Dari pengabsahan
diperoleh bahwa parameter yang tidak diketahui adalah parameter ß. Hasil
kalibrasi model dengan beberapa metode menunjukkan bahwa nilai parameter ß
berbeda-beda dengan nilai terendah 0.04 (metode kuadrat terkecil) dan tertinggi
0.55 (metode Hyman).
Kata Kunci :
model gravity, metode kalibrasi, matriks asal tujuan penumpang, parameter ß
JURNAL TEKNIK SIPIL
JURNAL TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS
COKROAMINOTO YOGYAKARTA
Dalam
rangka meningkatkan publikasi karya ilmiah dibidang Teknik Sipil, maka Fakultas
Teknik UCY sejak tahun 2006 menerbitkan “Jurnal Teknik Sipil” dengan International Standard Serial Number
(ISSN) : 1907-2368. Jurnal Teknik Sipil merupakan kompilasi naskah yang
dikirimkan penulis dari dalam maupun dari luar Kampus UCY, dengan ketentuan :
1.
Naskah
dapat berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah lainnya
dalam bidang Teknik Sipil
2.
Naskah
harus asli dan belum pernah dipublikasikan melalui media lain
3.
Bahasa
yang digunakan adalah bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang baku
4.
Format
penulisan
·
Ukuran
kertas A4
·
Margin
atas 3 cm, bawah 2,5 cm, inside 3 cm,
outside 2,5 cm.
·
Judul
ditulis dalam huruf besar dengan posisi ditegah halaman dan jenis huruf Arial – 16 – bold.
·
Nama
penulis tanpa gelar dan jenis huruf yang digunakan adalah Arial – 11.
·
Abstraksi
ditulis sebelum Bab Pendahuluan dalam 1 paragraf (sekitar 300 kata) dengan
jenis huruf Arial
– 10. Dilengkapi
dengan kata kunci (keywords)
·
Sub
judul ditulis dalam huruf besar dengan jenis huruf Arial – 11 - bold.
·
Tulisan
inti menggunakan jenis huruf Arial
– 11 dengan urutan pendahuluan, isi
(berisi tinjauan pustaka, data dan pembahasan), kesimpulan, saran, daftar
pustaka, lampiran, riwayat penulis. Ditulis dengan jarak 1 spasi.
·
Daftar
pustaka ditulis berurutan menurut abjad (ascending)
nama akhir penulis.
5.
Pengiriman
naskah
·
Naskah
dikirim ke Sekretariat Jurnal Teknik Sipil, Program Studi Teknik Sipil,
Fakultas Teknik, Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, Jl. Perintis Kemerdekaan,
Gambiran, Telp./Fax. (0274) 372274 Yogyakarta 55161 email: tekniksipil_ucy@yahoo.co.id
·
Naskah
harus diserahkan dalam bentuk hardcopy
serta softcopy (file). Hardcopy dapat dikirim melalui pos atau
jasa kurir. Sedangkan softcopy
makalah dianjurkan dikirim lewat e-mail. Bila pengiriman lewat e-mail tidak
bisa dilakukan, dapat diganti dengan pengiriman file dalam bentuk disket atau
CD melalui jasa pos atau kurir. Naskah diketik dalam program pengolah kata Microsoft Word.
·
Naskah
dilampiri nama, alamat, nomor telepon dan fax serta alamat e-mail (jika ada)
dengan lengkap dan jelas untuk korespondensi.
6.
Isi
tulisan diluar tanggungjawab penyunting. Penyunting berhak melakukan editing
redaksional tanpa mengubah arti.
7.
Naskah
yang masuk akan dinilai kelayakannya oleh Penyunting Ahli. Penulis yang
naskahnya dimuat tidak mendapat imbalan jasa tetapi akan memperoleh satu
eksemplar jurnal edisi tersebut beserta lima eksemplar cetak lepas.
Selasa, 17 April 2012
Minggu, 15 April 2012
Wisuda Sarjana Teknik Sipil 2011
LULUSAN UCY HARUS BERKARAKTER MEMILIKI JIWA KEBANGSAAN,
BERAKHLAK DAN PROFESIONAL
Senin,
31 Oktober 2011, Rektor Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, H. Djoko Prabowo Saebani,
SH., mewisuda 12 sarjana Program Studi Teknik
Sipil diantara 250 wisudawan yang ada,
yaitu :
No
|
Nama
|
NIM
|
1
|
Tantri Kurniawan
|
9850100603
|
2
|
Muhammad Ferdy Irwansyah
|
9850100641
|
3
|
Fajar Arianto
|
0150100900
|
4
|
Estiyani
|
0550101071
|
5
|
Sigit Prayogo
|
0650101084
|
6
|
Mochammad Idham Ekaputra Jahja
|
0650101101
|
7
|
Dedy Susanto
|
0750101109
|
8
|
Nanang Supriyono
|
0750101117
|
9
|
Marwanto
|
0750101123
|
10
|
Abdul Haris
|
0850101153
|
11
|
Stephanus Wade Budi Setiawan Tapo
|
1050101193
|
12
|
Slamet Aprilianto
|
1050101196
|
Tiga
orang wisudawan lulus tepat waktu (3 tahun, 11 bulan, 26 hari) yaitu : Dedy
Susanto, Nanang Supriyono dan Marwanto, sedangkan delapan wisudawan mendapat
predikat lulus dengan sangat memuaskan ( IPK > 3.00) yaitu : Tantri
Kurniawan, Estiyani, Sigit Prayogo, Dedy Susanto, Nanang Supriyono, Marwanto,
Abdul Haris dan Stephanus Wade Budi Setiawan Tapo.
Dalam penuturannya,
Rektor menginginkan sarjana UCY setelah menimba ilmu di kampus UCY akan menjadi
pemimpin-pemimpin yang berjiwa kebangsaan seperti yang dimiliki HOS. Cokroaminoto.
“Sebagai calon generasi muda, penerus bangsa, kalian sebagai sarjana UCY harus
tetap mempunyai jiwa kebangsaan sebagimana falsafah trilogi yang dicetuskan HOS.cokroaminoto yaitu setinggi-tinggi ilmu,
sebersih-bersih tauhid, dan sepandai-pandai siasat, merupakan prinsip yang
mendasar dalam meletakan semangat kebangsaan” demikian tutur Djoko Prabowo Saebani,
SH. Menurutnya, tidaklah ada manfaatnya jika ilmu akademik yang sudah
dimilikinya tidak diamalkan untuk kemakmuran umat. Selain itu tidaklah mudah menerapkan amalan tersebut
karena adanya perbedaan-perbedaan dalam pandangan, budaya, dan sebainya. Oleh
karena itu sepandai-pandai siasah adalah hal positif yang perlu menjadi dasar
implementasi.
Ketua
Yayasan Perguruan Tinggi Islam Cokroaminoto Yogyakarta (YPTIC), Dr. Dr (HC). H.
Taufik Efendi, MBA., yang merupakan mantan Menteri PAN RI, beberapa kali
berpesan kepada civitas akademika. Jadilah nanti sarjana-sarjana yang membawa
spirit perjuangan HOS Cokroaminoto di dunia kerja melalui konsep Triloginya. Kembangkan
terus ilmu, jaga nama baik almamater dengan cara mengamalkan ilmu di jalan
Allah, arif dan bijaksana dalam menilai, bersikap dan bertindak. Jangan lupakan
kampus yang telah membesarkan Saudara-saudara, karena bagaimanapun kampus juga
membutuhkan partisipasi dalam bentuk pikiran, gagasan saran, kritik yang
membangun sebagai bentuk kepedulian.
Senin, 28 November 2011
Analisa Satuan Pekerjaan
Bagi yang ingin mendownload Analisa Satuan Pekerjaan, silahkan link di bawah ini and klik.
Analisa Satuan Pekerjaan
Baca Selengkapnya »»
Analisa Satuan Pekerjaan
Jumat, 04 November 2011
STUDIUM GENERAL 1 : "MITIGASI BENCANA LONGSOR DI INDONESIA
Oleh : Hery Kristiyanto, S.T., M.T.
Jum’at, 28 Oktober 2011, Prodi Teknik Sipil UCY mengadakan Studium General “ Mitigasi Becana Longsor Di Indonesia” dengan pembicara : Ir. Hariyadi Djamal, MT, peneliti SABO yang juga dosen pada Program Magister Pengelolaan Bencana Alam UGM, moderator : Ir. Nurokhman, MT – Dosen FT UCY. Hadir pada kesempatan tersebut H. Djoko Prabowo Saebani, SH - Rektor UCY, Ir. Suranta – Ketua Alumni Teknik Sipil UCY , Dekan, Kaprodi, Dosen, Alumni dan mahasiswa Teknik Sipil UCY.
Dari hasil paparan, beberapa pengertian yang perlu difahami diantaranya :
1. Bencana Alam
Bencana alam adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam, manusia dan atau oleh keduanya yang mengakibatkan korban dan penderitaan manusia, kerugian harta benda, kerusakan lingkungan, kerusakan sarana, kerusakan prasarana dan fasilitas umum serta menimbulkan gangguan terhadap tata kehidupan dan penghidupan masyarakat yang tidak dapat diatasi oleh kemampuan setempat serta memerlukan pertolongan dan bantuan (Anjasmara,1994 dalam Marwanta, 2000).
2. Bencana Sedimen
Bencana sedimen dalam bahasa Jepang disebut dengan istilah Sabo berasal dari kata “Sa” (pasir) dan “bo” (erosi sedimentasi) dan arti secara umum ialah pengendalian bencana sedimen yang mengakibatkan bahaya erosi dan sedimentasi. Bencana sedimen berasal dari endapan vulkanik maupun non vulkanik. Bila bercampur air hujan akan mudah runtuh, longsor dan meluncur menjadi banjir lahar. Aliran sedimen akan mengalir masuk ke alur sungai di sekitarnya dan meluncur ke hilir dengan kecepatan tinggi, mengangkut batu-batu, kerikil dan pasir serta abu vulkanik yang mempunyai sifat merusak.
3. Mitigasi
Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana ( PP Nomer 21 Tahun 2008 pasal 1 no 6, Tentang : Penyelenggaran Penanggulangan Bencana sedangkan menurut Purbawinata (2002) mitigasi adalah suatu upaya memperkecil jatuhnya korban manusia dan atau kerugian harta benda sebagai akibat bencana. Mitigasi dapat diartikan pula sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat maupun pemerintah dalam rangka menghadapi timbulnya korban jiwa, material maupun kerusakan lingkungan yang kemungkinan akan terjadi akibat adanya bencana alam.
4. Gerakan Tanah
a). Longsoran / luncuran (slide), bisa juga disebut dengan translational slides, adalah gerakan menuruni lereng sepanjang permukaan bidang rata, tetapi dalam kondisi miring. Gerakan tanah yang termasuk dalam translational slides ini, adalah rock slides, block slides, dan debris slides (Hutchinson, 1968, dalam Cooke dan Doornkamp (1990). Rock slides, dapat terjadi, bila material yang bergerak masih agak koheren dan bergerak di atas suatu permukaan bidang rata. Bidang luncurnya dapat berupa bidang rekahan / kekar atau bidang perlapisan yang searah dengan lereng (slope).
![]() |
| Material yang bergerak adalah batu |
![]() |
| Material yang bergerak adalah tanah |
Gambar 1. Model gerakan tanah jenis luncuran ( Eko Subowo, 2003 )
b). Aliran (flow), aliran tanah penting juga untuk diperhatikan, mengingat gerakan tanah jenis ini sering menimbulkan malapetaka.
![]() |
| Gambar 2. Model gerakan tanah jenis aliran (Subowo, 2003) |
Gerakan tanah jenis flow, bisa berupa debris flow (aliran bahan rombakan) dengan material berukuran butir kasar, sampai dengan mudflow (aliran lumpur), yakni aliran material dengan ukuran butir secara dominan adalah lempung. Aliran lumpur (mud flow), terjadi apabila material cairan kental bergerak menuruni lereng dengan cepat. Biasanya materialnya jenuh air dan utamanya partikel halus (debris).
c). Nendatan (slump), adalah gerakan tanah yang khas yaitu gerakan memutar. Nendatan juga disebut rotational slides, merupakan: keruntuhan lereng yang menyebabkan batuan atau regolith bergerak turun dan maju, yang berlawanan dengan arah massa yang bergerak, melalui bidang lengkung dan cekung ke atas.
![]() |
| Gambar 3. Model gerakan tanah jenis nendatan / slump (Subowo, 2003). |
d). Komplek (complex), adalah beberapa jenis gerakan tanah terjadi dalam satu kejadian dalam waktu yang sama. Kombinasi yang khas terjadi seperti gerakan massa berupa rockfalls dengan; rockfalls dengan rock flowsides, rotational slides, dan earth flow (mud flows).
Untuk mengetahui keaktifan suatu pergerakan tanah maka perlu dilakukan survei dan pemantauan dengan memasang alat pantau gerakan tanah yang dipasang di lapangan. Agar pemasangan alat pantau gerakan tanah atau longsoran dapat efisien dan efektif maka kita harus tahu rencana tempat pemasangan alat pantau tersebut.
Untuk didaerah longsoran yang langsung dilapangan, maka harus tahu Dimensi Blok Longsoran, Jenis litologi yang dijumpai, Kemiringan lereng, Perkiraan mekanisme longsoran itu, Tipe longsoran, Arah gerak longsoran, Tanda tanda spesifik suatu longsoran di lapangan misalnya mahkota longsoran, kaki longsoran, lidah longsoran, arah rekahan tanah; lebar rekahan tanah dan panjang suatu rekahan tanah ( ”crack ” ), jenis rekahan tanah tersebut apakah rekahan terbuka atau rekahan tertutup, temuan tempat mata air disekitarnya dan lain lain.
Untuk pemantauan pada tubuh bendung, maka harus dibuat secara bersistim tempat pemasangan alat pantaunya, Untuk keperluan memantau kemungkinan adanya pergeseran, dapat dipasang Patok geser, Inklinometer untuk pergeseran pada lapisan tanah dibawah, Untuk pemantauan kedalaman muka air tanah dengan Automatic wataer level recorder dan untuk memantaua tekanan air pori dapat dipasang Piezometer dan lain lain sesuai kebutuhan monitoring.
Langganan:
Postingan (Atom)








