Jumat, 01 Juni 2012

ON-MIPA 2012


OLIMPIADE NASIONAL MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUNAN ALAM
TINGKAT PERGURUAN TINGGI (ON-MIPA)

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menyelenggarakan Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ON-MIPA) sebagai bagian untuk mempersiapkan mahasiswa dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa yang mulai dirintis pada tahun 2009 dengan bidang Matematika, Kimia dan Fisika, yang kemudian pada tahun 2011 ditambah bidang Biologi.
Dalam rangka mendorong peningkatan kemampuan akademik dan memperluas wawasan mahasiswa, maka Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik UCY pada tahun 2012 ini mengirimkan satu orang mahasiswa semester 2 yaitu Bagus Kelana untuk berpartisipasi dalam ON-MIPA bidang matematika.
ON-MIPA Kopertis Wilayah V  Yogyakarta diikuti mahasiswa PTN dan PTS semester I s.d. VIII dengan materi : Aljabar Linier, Struktur Aljabar, Analisis Real, Analisis Kompleks dan Kombinatorika. Dari hasil lomba, Bagus Kelana menunjukan hasil yang cukup menggembirakan dengan peringkat 20 dari 92 peserta dari PTS.



Baca Selengkapnya »»  

Perpanjangan Ijin Program Studi



Baca Selengkapnya »»  

Jumat, 25 Mei 2012

JURNAL Vol. I, No. 1 Tahun 2006



JURNAL TEKNIK SIPIL UCY
Vol I, No. 1 Tahun 2006


PEMAKAIAN KAYU JATI ASAL WONOSARI
UNTUK KEPERLUAN BANGUNAN
(DITINJAU TERHADAP SIFAT FISIK DAN SIFAT MEKANIK)
Oleh: Erlina (Dosen Prodi Teknik Sipil UCY)
ABSTRAKSIKayu jati merupakan bahan bangunan yang diperoleh dari alam, tanpa melalui proses  pabrikasi  mempunyai kualitas yang cukup baik dan secara ekonomi mempunyai harga relatif murah, jika dibandingkan dengan beton dan baja.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar kekuatan kayu jati asal Wonosari ditinjau berdasar kekuatan sifat mekanik yang meliputi : pengujian kuat desak kayu sejajar arah serat, pengujian kuat desak kayu tegak lurus arah serat, pengujian kuat tarik kayu sejajar arah serat, pengujian kuat lentur kayu tegak lurus arah serat,  dan pengujian kuat geser searah arah serat, dengan jumlah benda uji setiap pengujian 6 buah, kecuali pada pengujian kuat desak kayu sejajar arah serat dan pengujian kuat desak kayu tegak lurus arah serat masing-masing 3 buah. Metode yang dipergunakan adalah dengan pengujian di laboratorium Bahan Bangunan  Universitas Cokroaminoto Yogyakarta.
Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa kayu jati asal Wonosari Yogyakarta memiliki kadar air rata-rata 10,849 %, berat jenis rata-rata 0,609 gr/cm3, kuat tarik ijin sejajar arah serat 250,640 kg/cm2, kuat geser ijin sejajar arah seratnya 53, 459 kg/cm2, kuat desak ijin sejajar arah serat 128,276 kg/cm2, kiuat desak ijin tegak lurus arah serat 38,938 kg/cm2 dan kuat lentur ijin tegak lurus arah serat 276, 375kg/cm2. Berdasar Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PKKI) tahun1961 maka kayu jati asal Wonosari mempunyai mutu A dan Kekuatan kayu berkisar pada Klas kuat I – II ( Klas kuat Jati ).
Kata kunci :   Kayu Jati, kuat tarik, kuat desak, kuat geser dan kuat lentur    
 

KAJIAN BETON RINGAN NON-PASIR
DENGAN AGREGAT ALWA ASAL CILACAP
 Oleh:  Hery Kristiyanto (Dosen Prodi Teknik Sipil UCY)
ABSTRAK:  Didaerah Cilacap telah dikembangkan kerikil buatan yang disebut dengan alwa yang terbuat dari lempung sedimenter. Karena berat jenisnya yang rendah, maka alwa dapat digunakan sebagai agregat kasar pada beton ringan. Beton ringan non-pasir adalah salah satu jenis beton ringan yang diperoleh dengan cara menghilangkan agregat halusnya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan mengamati keterkaitan antara berat jenis, volume rongga dan kuat tekan pada beton ringan non pasir dengan agregat alwa. Alwa yang digunakan berukuran 5 mm – 20 mm, dengan faktor air semen 0,45 dan variasi campuran direncanakan dengan perbandingan volume semen : agregat yaitu; 1:2, 1:4, 1:6, 1:8, dan 1:10. Benda uji berupa kubus berukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm, yang dirawat dengan perendaman dalam air dan diuji pada umur 7, 14, dan 28 hari.
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa benda uji merupakan beton ringan dengan nilai maksimum berat jenis dan volume rongga berturut-turut 1,96 T/m3 dan 34,94 %. Nilai kuat tekan beton mencapai 37,66 MPa  pada umur 28 hari, dengan kandungan semen 571 kg/m³. Kuat tekan beton meningkat seiring dengan meningkatnya berat jenis dan menurunnya volume rongga.

Kata kunci : beton ringan, alwa, kuat tekan, berat jenis.
 

PENGARUH SUMBER DAYA MANUSIA
TERHADAP KINERJA MANAJEMEN                                      
PERUSAHAAN PROPERTI
 Oleh:  Ilham Poernomo (Dosen Prodi Teknik Sipil UJB)
ABSTRAK: Pelatihan dilakukan untuk meningkatkan kualitas baik dalam hal pengetahuan, keahlian, maupun sikap sehingga kekurangan-kekurangan yang ada sebelumnya dapat diperbaiki. Sedangkan pengembangan biasanya lebih mengarah kepada usaha untuk meningkatkan kemampuan seseorang dalam menghadapi persoalan-persoalan yang ada diperusahaan. Faktor yang dapat mempengaruhi konsumen terhadap perusahaan pengembang diantaranya adalah Motivasi, Persepsi, pengetahuan, keyakinan, dan pendirian yang harus dihadapi dari perusahaan.
Perancangan kredibilitas dari perusahaan pengembang tentang tanggung jawab yang harus dipenuhi akan mengakibatkan pengaruh yang sangat besar disamping menunjukan loyalitas perusahan juga menunjukan motivasi serta misi  yang diambil perusahaan dalam perkembangan perusahaan itu sendiri.
Pelatihan dan pengembangan yang dilakukan dengan program yang baik dan terarah serta terus-menerus yang merupakan bagian dari sistem yang ada dalam perusahaan dan merupakan bagian invenstasi jangka panjang yang diperoleh perusahaan, sehingga perusahaan properti tidak dapat  mengabaikan salah satu dari bentuk tanggung-jawab dalam sistem yang ada.

Kata kunci: Sumber Daya Manusia, Pelatihan, Pengembangan, Properti

 

PERANCANGAN STRUKTUR BETON BERTULANG AKIBAT BEBAN LENTUR MENURUT SNI - 2002
Oleh: Nurokhman (Dosen Prodi Teknik Sipil UCY)
ABSTRAK: Beberapa perubahan tata cara perancangan struktur beton bertulang telah ditetapkan dalam SNI – 2002, khususnya untuk komponen struktur yang menerima beban lentur pada balok. Sebagian besar revisi dilakukan untuk mendapatkan suatu hasil perancangan struktur beton dengan perilaku yang “lebih dapat dipercaya”, dan realistis dalam tingkat keamanan yang wajar yang didasari oleh hasil-hasil studi struktur beton baik secara modelisasi analitis maupun empiris eksperimental. Untuk penerapan yang lebih komprehensif, perlu kiranya mempelajari SNI-2002 secara rinci dan menyeluruh termasuk memahami sumber-sumber perubahannya agar dapat mengerti dasar pemikiran yang menyertai revisi-revisi tersebut dan keterkaitannya secara keseluruhan yang terpadu.
Kata kunci : perancangan, beton bertulang, , lentur, SNI-2002



PERENCANAAN CRANE GIRDER DAN
COLUMN BASE PLATE PADA BANGUNAN INDUSTRI
 Oleh: Singgih Subagyo (Dosen Prodi Teknik Sipil UCY)
ABSTRAK: Dalam tulisan ini diuraikan cara perencanaan dan aplikasi analisis dari balok keran (crane girder) dan pelat dasar kolom (column base plate) yang merupakan bagian dari bangunan baja untuk industri. Dalam perencanaan struktur baja, berat struktur diusahakan seminimum mungkin namun cukup kuat dan kaku terhadap gaya yang bekerja. Peraturan yang digunakan dalam perencanaan adalah : Pedoman Perencanaan Bangunan Baja untuk Gedung (PPBBG) 1987, SNI Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung (SNI 03-1729-2002), dan Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung (PPI) 1983.
Kata kunci : perencanaan, balok keran, pelat dasar kolom



KALIBRASI MODEL GRAVITY MATRIKS ASAL TUJUAN PENUMPANG BUS AKAP JURUSAN YOGYAKARTA-SURABAYA KELAS EKONOMI
Oleh:  Suryanto (Dosen Prodi Teknik Sipil UCY)
ABSTRAKI: Penyesuaian hasil pemodelan dengan pengamatan di lapangan mengenai komponen-komponen penumpang (asal tujuan penumpang dan jumlah penumpang) perlu dilakukan. Pemodelan penumpang bus AKAP jurusan Yogyakarta-Surabaya kelas ekonomi dipakai pendekatan model Gravity dengan-batasan-bangkitan-tarikan fungsi hambatan pangkat. Dari pengabsahan diperoleh bahwa parameter yang tidak diketahui adalah parameter ß. Hasil kalibrasi model dengan beberapa metode menunjukkan bahwa nilai parameter ß berbeda-beda dengan nilai terendah 0.04 (metode kuadrat terkecil) dan tertinggi 0.55 (metode Hyman).

Kata Kunci : model gravity, metode kalibrasi, matriks asal tujuan penumpang, parameter ß 
Baca Selengkapnya »»  

JURNAL TEKNIK SIPIL


JURNAL TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS COKROAMINOTO YOGYAKARTA

Dalam rangka meningkatkan publikasi karya ilmiah dibidang Teknik Sipil, maka Fakultas Teknik UCY sejak tahun 2006 menerbitkan “Jurnal Teknik Sipil” dengan International Standard Serial Number (ISSN) : 1907-2368. Jurnal Teknik Sipil merupakan kompilasi naskah yang dikirimkan penulis dari dalam maupun dari luar Kampus UCY, dengan ketentuan :
1.    Naskah dapat berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah lainnya dalam bidang Teknik Sipil
2.    Naskah harus asli dan belum pernah dipublikasikan melalui media lain
3.    Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang baku
4.    Format penulisan
·     Ukuran kertas A4
·     Margin atas 3 cm, bawah 2,5 cm, inside 3 cm, outside 2,5 cm.
·     Judul ditulis dalam huruf besar dengan posisi ditegah halaman dan jenis huruf Arial – 16 – bold.
·     Nama penulis tanpa gelar dan jenis huruf yang digunakan adalah Arial – 11.
·     Abstraksi ditulis sebelum Bab Pendahuluan dalam 1 paragraf (sekitar 300 kata) dengan jenis huruf Arial – 10. Dilengkapi dengan kata kunci (keywords)
·     Sub judul ditulis dalam huruf besar dengan jenis huruf Arial – 11 -  bold.
·     Tulisan inti menggunakan jenis huruf Arial – 11 dengan urutan pendahuluan, isi (berisi tinjauan pustaka, data dan pembahasan), kesimpulan, saran, daftar pustaka, lampiran, riwayat penulis. Ditulis dengan jarak 1 spasi.
·     Daftar pustaka ditulis berurutan menurut abjad (ascending) nama akhir penulis.
5.    Pengiriman naskah
·     Naskah dikirim ke Sekretariat Jurnal Teknik Sipil, Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, Jl. Perintis Kemerdekaan, Gambiran, Telp./Fax. (0274) 372274 Yogyakarta 55161 email: tekniksipil_ucy@yahoo.co.id
·     Naskah harus diserahkan dalam bentuk hardcopy serta softcopy (file). Hardcopy dapat dikirim melalui pos atau jasa kurir. Sedangkan softcopy makalah dianjurkan dikirim lewat e-mail. Bila pengiriman lewat e-mail tidak bisa dilakukan, dapat diganti dengan pengiriman file dalam bentuk disket atau CD melalui jasa pos atau kurir. Naskah diketik dalam program pengolah kata Microsoft Word.
·     Naskah dilampiri nama, alamat, nomor telepon dan fax serta alamat e-mail (jika ada) dengan lengkap dan jelas untuk korespondensi.
6.    Isi tulisan diluar tanggungjawab penyunting. Penyunting berhak melakukan editing redaksional tanpa mengubah arti.
7.    Naskah yang masuk akan dinilai kelayakannya oleh Penyunting Ahli. Penulis yang naskahnya dimuat tidak mendapat imbalan jasa tetapi akan memperoleh satu eksemplar jurnal edisi tersebut beserta lima eksemplar cetak lepas.
Baca Selengkapnya »»  

Minggu, 15 April 2012

Wisuda Sarjana Teknik Sipil 2011


LULUSAN UCY HARUS BERKARAKTER MEMILIKI JIWA KEBANGSAAN, BERAKHLAK DAN PROFESIONAL

Senin, 31 Oktober 2011, Rektor Universitas Cokroaminoto Yogyakarta, H. Djoko Prabowo Saebani, SH.,  mewisuda 12 sarjana Program Studi Teknik Sipil  diantara 250 wisudawan yang ada, yaitu :

No
Nama
NIM
1
Tantri Kurniawan
9850100603
2
Muhammad Ferdy Irwansyah
9850100641
3
Fajar Arianto
0150100900
4
Estiyani
0550101071
5
Sigit Prayogo
0650101084
6
Mochammad Idham Ekaputra Jahja
0650101101
7
Dedy Susanto
0750101109
8
Nanang Supriyono
0750101117
9
Marwanto
0750101123
10
Abdul Haris
0850101153
11
Stephanus Wade Budi Setiawan Tapo
1050101193
12
Slamet Aprilianto
1050101196

Tiga orang wisudawan lulus tepat waktu (3 tahun, 11 bulan, 26 hari) yaitu : Dedy Susanto, Nanang Supriyono dan Marwanto, sedangkan delapan wisudawan mendapat predikat lulus dengan sangat memuaskan ( IPK > 3.00) yaitu : Tantri Kurniawan, Estiyani, Sigit Prayogo, Dedy Susanto, Nanang Supriyono, Marwanto, Abdul Haris dan Stephanus Wade Budi Setiawan Tapo.
Dalam penuturannya, Rektor menginginkan sarjana UCY setelah menimba ilmu di kampus UCY akan menjadi pemimpin-pemimpin yang berjiwa kebangsaan seperti yang dimiliki HOS. Cokroaminoto. “Sebagai calon generasi muda, penerus bangsa, kalian sebagai sarjana UCY harus tetap mempunyai jiwa kebangsaan sebagimana falsafah trilogi  yang dicetuskan  HOS.cokroaminoto yaitu setinggi-tinggi ilmu, sebersih-bersih tauhid, dan sepandai-pandai siasat, merupakan prinsip yang mendasar dalam meletakan semangat kebangsaan” demikian tutur Djoko Prabowo Saebani, SH. Menurutnya, tidaklah ada manfaatnya jika ilmu akademik yang sudah dimilikinya tidak diamalkan untuk kemakmuran umat. Selain itu  tidaklah mudah menerapkan amalan tersebut karena adanya perbedaan-perbedaan dalam pandangan, budaya, dan sebainya. Oleh karena itu sepandai-pandai siasah adalah hal positif yang perlu menjadi dasar implementasi.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Islam Cokroaminoto Yogyakarta (YPTIC), Dr. Dr (HC). H. Taufik Efendi, MBA., yang merupakan mantan Menteri PAN RI, beberapa kali berpesan kepada civitas akademika. Jadilah nanti sarjana-sarjana yang membawa spirit perjuangan HOS Cokroaminoto di dunia kerja melalui konsep Triloginya. Kembangkan terus ilmu, jaga nama baik almamater dengan cara mengamalkan ilmu di jalan Allah, arif dan bijaksana dalam menilai, bersikap dan bertindak. Jangan lupakan kampus yang telah membesarkan Saudara-saudara, karena bagaimanapun kampus juga membutuhkan partisipasi dalam bentuk pikiran, gagasan saran, kritik yang membangun  sebagai bentuk kepedulian.

Baca Selengkapnya »»  

Senin, 28 November 2011

Analisa Satuan Pekerjaan

Bagi yang ingin mendownload Analisa Satuan Pekerjaan, silahkan link di bawah ini and klik.
Analisa Satuan Pekerjaan
Baca Selengkapnya »»  

Jumat, 04 November 2011

STUDIUM GENERAL 1 : "MITIGASI BENCANA LONGSOR DI INDONESIA

Oleh : Hery Kristiyanto, S.T., M.T.
Dekan Fakultas Teknik UCY

   



Jum’at, 28 Oktober 2011, Prodi Teknik Sipil UCY mengadakan Studium General “ Mitigasi Becana Longsor Di Indonesia” dengan pembicara : Ir. Hariyadi Djamal, MT, peneliti SABO yang juga dosen pada Program Magister Pengelolaan Bencana Alam UGM, moderator : Ir. Nurokhman, MT – Dosen FT UCY. Hadir pada kesempatan tersebut H. Djoko Prabowo Saebani, SH - Rektor UCY, Ir. Suranta – Ketua Alumni Teknik Sipil UCY , Dekan, Kaprodi, Dosen, Alumni dan mahasiswa Teknik Sipil UCY. 
Dari hasil paparan, beberapa pengertian yang perlu difahami diantaranya :

1. Bencana Alam

Bencana alam adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam, manusia dan atau oleh keduanya yang mengakibatkan korban dan penderitaan manusia, kerugian harta benda, kerusakan lingkungan, kerusakan sarana, kerusakan prasarana dan fasilitas umum serta  menimbulkan gangguan terhadap tata kehidupan dan penghidupan masyarakat yang tidak dapat diatasi oleh kemampuan setempat serta memerlukan pertolongan dan bantuan (Anjasmara,1994 dalam Marwanta, 2000).

2. Bencana Sedimen

Bencana sedimen dalam bahasa Jepang disebut dengan istilah Sabo berasal dari kata “Sa” (pasir) dan “bo” (erosi sedimentasi) dan arti secara umum ialah pengendalian bencana sedimen yang mengakibatkan bahaya erosi dan sedimentasi.  Bencana sedimen berasal dari endapan vulkanik maupun non vulkanik. Bila bercampur air hujan akan  mudah runtuh, longsor dan meluncur  menjadi banjir lahar. Aliran sedimen akan mengalir masuk ke alur sungai di sekitarnya dan meluncur ke hilir dengan kecepatan tinggi, mengangkut batu-batu, kerikil dan pasir serta abu vulkanik yang mempunyai sifat merusak. 

3. Mitigasi

Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana ( PP Nomer 21 Tahun 2008 pasal 1  no 6, Tentang : Penyelenggaran Penanggulangan Bencana sedangkan menurut Purbawinata (2002) mitigasi adalah suatu upaya memperkecil jatuhnya korban manusia dan atau kerugian harta benda sebagai akibat bencana. Mitigasi dapat diartikan pula sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat maupun pemerintah dalam rangka menghadapi timbulnya korban jiwa, material maupun kerusakan lingkungan yang kemungkinan akan terjadi akibat adanya bencana alam.

4. Gerakan Tanah

a). Longsoran / luncuran (slide), bisa juga disebut dengan translational slides, adalah gerakan menuruni lereng sepanjang permukaan bidang rata, tetapi dalam kondisi miring. Gerakan tanah yang  termasuk dalam translational slides ini, adalah rock slides, block slides, dan debris slides (Hutchinson, 1968, dalam Cooke dan Doornkamp (1990). Rock slides, dapat terjadi, bila material yang bergerak masih agak koheren dan bergerak di atas suatu permukaan bidang rata. Bidang luncurnya dapat berupa bidang rekahan / kekar atau bidang perlapisan yang searah dengan lereng (slope).

                               
                                              Material yang bergerak adalah batu
Material yang bergerak adalah tanah


         
















Gambar  1.   Model  gerakan tanah jenis luncuran ( Eko Subowo, 2003 )

b). Aliran (flow), aliran tanah penting juga untuk diperhatikan, mengingat gerakan tanah jenis ini sering menimbulkan malapetaka. 

Gambar 2. Model gerakan tanah jenis aliran (Subowo, 2003)

Gerakan tanah jenis flow, bisa berupa debris flow (aliran bahan rombakan) dengan material berukuran butir kasar, sampai dengan mudflow (aliran lumpur), yakni aliran material dengan ukuran butir secara dominan adalah lempung. Aliran lumpur (mud flow), terjadi apabila material cairan kental bergerak menuruni lereng dengan cepat. Biasanya materialnya jenuh air dan utamanya partikel halus (debris).

c). Nendatan (slump), adalah gerakan tanah yang khas yaitu gerakan memutar. Nendatan juga disebut rotational slides, merupakan: keruntuhan lereng yang menyebabkan batuan atau regolith bergerak turun dan maju, yang berlawanan dengan arah massa yang bergerak, melalui bidang lengkung dan cekung ke atas.

Gambar 3. Model gerakan   tanah jenis    nendatan / slump (Subowo, 2003).

d). Komplek (complex), adalah  beberapa jenis gerakan tanah terjadi dalam satu kejadian dalam waktu yang sama. Kombinasi yang khas terjadi seperti gerakan massa berupa rockfalls dengan; rockfalls dengan rock flowsides, rotational slides, dan earth flow (mud flows).

Untuk mengetahui keaktifan suatu pergerakan tanah maka perlu dilakukan  survei dan pemantauan dengan memasang alat pantau gerakan tanah yang dipasang di lapangan. Agar pemasangan alat pantau gerakan tanah atau longsoran dapat efisien dan efektif maka kita harus tahu rencana tempat pemasangan alat pantau tersebut. 

Untuk didaerah longsoran yang langsung dilapangan, maka harus tahu Dimensi Blok Longsoran, Jenis litologi yang dijumpai, Kemiringan lereng,  Perkiraan mekanisme longsoran itu, Tipe longsoran, Arah gerak longsoran, Tanda tanda spesifik suatu longsoran di lapangan misalnya  mahkota longsoran, kaki longsoran, lidah longsoran, arah rekahan tanah; lebar rekahan tanah dan panjang suatu rekahan tanah ( ”crack ” ), jenis rekahan tanah tersebut apakah rekahan terbuka atau rekahan tertutup, temuan tempat mata air disekitarnya dan lain lain. 

Untuk pemantauan pada tubuh bendung, maka harus dibuat secara bersistim  tempat pemasangan alat pantaunya,  Untuk keperluan memantau kemungkinan adanya pergeseran, dapat dipasang Patok geser, Inklinometer untuk pergeseran pada lapisan tanah dibawah,  Untuk pemantauan kedalaman muka air tanah dengan Automatic wataer level recorder dan untuk memantaua tekanan air pori dapat dipasang Piezometer dan lain lain sesuai kebutuhan monitoring.





Baca Selengkapnya »»  

Sabtu, 29 Oktober 2011

Buku Tamu

Silahkan mengisi buku tamu pada kolom komentar dengan format :

Nama Lengkap :
Nama Panggilan :
Status : Pelajar/Mahasiswa/Kerja *)
Sekolah : (Bagi Pelajar)
Kelas : (Bagi Pelajar)
Kampus : (Bagi Mahasiswa)
Semester : (Bagi Mahasiswa)
Prodi : (Bagi Mahasiswa)
Perusahaan : (Bagi yang sudah kerja)
Jabatan : (Bagi yang sudah kerja)
Facebook :
Twitter :
YM! :
Website :


*) pilih salah satu
Baca Selengkapnya »»