Jumat, 26 Juli 2019

MAHASISWA TEKNIK SIPIL UCY, ARIEF HIDAYATULLAH JUARA AERO PONDIRGA


Bertepatan dengan acara Studium General di Kampus Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) dengan tema “Perguruan Tinggi Merespon Perubahan” telah dilakukan penyerahan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi antara lain Muhammad Arif Hidayatullah mahasiswa Teknik Sipil yang meraih Juara III Nasional Federasi Aero Indonesia PONDIRGA. Rektor menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas prestasi tersebut. Selain itu juga diserahkan penghargaan kepada Ratna Dewi Setyaningsih mahasiswa Ilmu Hukum yang meraih Juara III Nasioanl Volly duduk difabel, Agata Khoirunnisa duta pendidikan provindi DIY.  Penyerahan penghargaan disampaikan oleh Rektor UCY Ciptasari Prabawanti, S.Psi., M.Sc., Ph.D dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Drs. Nasrudin, M.Ag. 
Penghargaan tersebut direspon oleh Ir. Bambang Supriyadi, CES., DEA yang juga senagai narasumber Studum General; “Hal ini menunjukkan bahwa Universitas Cokroaminoto Yogyakarta berkomitmen memberikan ruang dan apresiasi kepada mahasiswa untuk berkarya dan berprestasi, bukan saja pada bidang akademik, namun juga non-akademik. Dari sinlah akan tumbuh juara-juara berikutnya dan tidak Cuma mahasiswa tapi dosen-dosennya juga mau maju”. Demikian tambahnya.
Dalam paparannya, Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES., DEA mantan Kepala Lembaga Layanan Penidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V ini sebagai bentuk respon UCY dalam menghadapi perkembangan teknologi di era global yang sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia disertai dengan teknologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0, yang membawa inovasi distruptif (distruptiveinnovation), dimana inovasi ini membantu menciptakan pasar baru,sekaligus mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu tersebut. Hal ini tentu menjadi permasalah sekaligus tantangan. 
. (Nurokhman.jogja@ucy)

Baca Selengkapnya »»  

Rabu, 08 Mei 2019

Mahasiswa Teknik Sipil UCY Saksikan Detik-Detik Pendaratan Pesawat Pertama di Bandara YIA


Hari kamis, 2 mei 2019 mahasiswa Teknik Sipil UCY sejumlah 63 orang melakukan kuliah kerja lapangan (KKL) di Proyek Pembangunan Yogyakarta International Airport (YIA) sebagai kegiatan lanjutan seminar sebelumnya. Dalam penjelasannya, Pak  Gani sebagai manajer lapangan PT.  Angkasa Pura menjelaskan bahwa pembangunan bandara ini merupakan yang terbesar di Indonesia. “Alasan dibangunnya bandara ini karena kemacetan transportasi di Bandara Adisutjipto  milik TNI AU dan keterbatasan kawasan dalam pengembangan terutama panjang runway. Selama ini kami menyewa sehingga saat ada penerbangan latihan TNI AU maka pesawat komersil komersil berhenti sementara. Sementara runway di bandara tersebut tidak dapat diperpanjang karena adanya penghalang jembatan Janti  dan sungai   di sisi barat dan Gunung Boko di timur. Kondisi itulah maka perlunya dibangun YIA”, tambahnya. Disampaikan pula progres pembangunan bandara YIA cukup ketat, dan hari ini 2 Mei 2019 akan dilakukan uji kedatangan dan penerbangan pertama. “UCY bersyukur karena hari ini nanti kalian dapat menyaksikan uji landing dan take off pesawat pertama kali di bandara YIA”.

Dalam kesempatan tersebut melalui gedung Fire Station di lantai 4, bersama dengan beberapa pihak terkait menyaksikan saat-saat pertama kali pendaratan pesawat yang kemudian selang beberapa menit dilakukan penerbangan pesawat. Semua yang menyaksikan bertepuk tangan atas keberhasilan tersebut. Tim PT. Angkasa Pura, Kontraktor PT. Pembangunan Perumahan Tbk, Tim Pemadam Kebakaran dan peserta UCY saling mengucapkan selamat atas keberhasilan uji coba tersebut. Sebagai bentuk ucapan Dekan Fakultas Teknik UCY , Ir. Erlina, MT. memberikan simbol berupa plakat kepada Manajer Lapangan PT. Angkasa Pura, Gani. “ Pak Gani, kami dari UCY turut bangga atas prestasi ini karena akan berdampak pada peningkatan DIY baik ekonomi, pendidikan maupun pariwisata”, tutur Erlina. Dengan kehadiran mahasiswa di lokasi proyek ini akan sangat bermanfaat memberikan gambaran nyata perkembangan teknologi yang belum sempat diterima di meja kuliah.
Dijelaskan tentang pekerjaan konstruksi underpass oleh Ir. Indra Suharyanto, MT. sebagai tim proyek sekaligus dosen UCY. Underpass tersebut merupakan jalan Daendeles yang ruasnya melintas di bandara sehingga dibuat dengan model jalan bawah tanah atau underpass untuk menghindari kemacetan lalu lintas.

Proyek YIA dengan luas terminal 210.000 m2, panjang runway 3.250 m x 45 m, apron 23 parking stand luas : 159.140 m2 , diharapkan dalam 3-5 tahun tercapai 14 mil penumpang, namun dalam 10 tahun mendatang diperkirakan bisa 25 mill penumpang. Pekerjaan tanah dan infrastruktur Bandara YIA dikerjakan oleh PT. PP. Beberapa gedung saat kunjungan lapangan masih dalam proses penyelesaian.









Baca Selengkapnya »»  

Senin, 06 Mei 2019

Fakultas Teknik Gelar Seminar Internasional Low Carbon Eco District

Bertempat di Auditorium Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY), Sabtu 13 April 2019, diselenggarakan Seminar Internasional tentang Low Carbon Eco District sebagai kepedulian terhadap lingkungan untuk memerangi pemanasan global. Dalam penuturannya, Dekan FT, Ir. Erlina, MT, menyampaikan bahwa UCY sebagai perguruan tinggi perlu membekali wawasan mahasiswa dan masyarakat pentingnya penataan lingkungan yang baik seperti Low Carbon, Eco green, Eco Building, Eco Energy dan Eco lainnya yang akan bermanfaat bagi generasi penerus.

Sebagai Keynote Speaker, Mr. Matthieu Caille, M.Sc. dari Green Building Low Carbon Eco District- French Agency Environment And Energy Management (ADEME Perancis) memaparkan bahwa Indonesia adalah negara terpadat ke-4 di dunia dan salah satu penghasil emisi gas rumah kaca (GRK) terbesar. Untuk memerangi perubahan iklim dan berkontribusi pada upaya seluruh dunia yang diprakarsai dengan penandatanganan Perjanjian Paris, Indonesia telah menetapkan berkomitmen untuk mengurangi emisi GRK-nya. hingga 29% pada tahun 2030.

Kota-kota di Indonesia memiliki dampak penting dan negatif terhadap total emisi GRK di Indonesia, dan tampak jelas bahwa mencari solusi untuk mengurangi emisi GRK di Indonesia dimulai dengan mengurangi emisi GRK di kota-kota di Indonesia. Untuk menghindari permasalahan itu dibutuhkan penyadaran bersama semua elemen baik pemerintah, masyarakat, pelaku industri dan kampus seperti UCY untuk mulai dari hal yang paling sederhana, seperti mengubah kebiasaan selalu menggunakan kendaraan bermotor, mengurangi sampah, menanam pohon, merancang perumahan secara vertikal dengan efisien energi listrik, memanfaatkan ruang bangunan untuk penghijauan, dan semua pola eco-green.
Sebagai bagian dari kerja sama dalam urbanisme berkelanjutan antara Prancis dan Indonesia, Program Low Carbon Eco District (LCED) telah dimulai pada tahun 2017 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Indonesia untuk merefleksikan dan menemukan solusi tentang cara mendesain, merencanakan dan mengimplementasikan solusi rendah karbon pada skala bangunan perkotaan di Kota Yogyakarta.
Menurut Ir. Nurokhman, MT sebagai pembicara lain, dipaparkan hasil penelitain terkait Kota Yogyakarta sebagai wilayah Kawasan Startegis Pariwisata Nasional maka penataan permukiman kumuh bantaran Sungai Gajahwong masih perlu penyelesaian kompromi ruang sempadan sungai, pemanfaatan air sungai untuk semua tidak tercemar, dan penyediaan sarana prasarana permukiman yang partisipatif agar bisa berkelanjutan dan potensi pendukung destinasi wisata. Permasalahan pembongkaran beberapa rumah yang tidak tertata untuk mundur minimal 3 meter dari talud sungai yang kemudian oleh program PTSL menjadi penataan yang sinergi. Dampak kegiatan tersebut aksesibilitas, penyediaan sarana dasar warga  dan ruang terbuka publik telah tersedia yang berdampak pada pengembangan perekonomian warga bantaran. Penyadaran pentingnya sungai sebagai bagian dari kehidupan kita perlu didukung oleh semua pihak walaupun kadang regulasi yang ada membatasi ruang gerak program.
Dalam diskusi seminar ini dihadiri juga dari World Bank (Paulus Bawole) dan Dinas PUPKP Kota Yogyakarta, Sigit Setiawan. Mereka berpendapat konsep Low Carbon Eco District perlu dikemas agar dapat diimplementasi hingga tingkat basis atau warga bawah dan kompromi garis sempadan sebagaimana yang diatur dalam KemenPUPR Nomor 28 tahun 2015 telah dilakukan focus group discussion oleh beberapa OPD terkait mengingat keberadaan rumah warga lebih dulu daraipada aturannya dimana garis sempadan sungai dipertimbangkan terhadap kajian teknis, kearifan lokal, dan kondisi eksisting. 
  

Baca Selengkapnya »»  

Rabu, 10 April 2019

Mahasiswa Teknik Sipil UCY Selenggarakan Seminar New Yogyakarta International Airport (NYIA)


Dalam rangka menambah wawasan keilmuan yang saat ini sedang berkembang, mahasiswa Teknik Sipil UCY menyelenggarakan seminar New Yogyakarta International Airport (NYIA) pada hari Sabtu, 30 Maret 2019 di Auditorium Kampus UCY. Dikatakan oleh Ketua Panitia, acara ini diharapkan dapat memberikan sumbangan positif bagi mahasiswa khususnya.  Disampaikan oleh Dekan FT, Ibu Ir. Erlina, MT, acara seperti ini perlu dilakukan menerus agar ada link and match , oleh karena itu perlu juga dilakukan kunjungan lapangan pada waktu yang telah ditentukan.


Diuraikan oleh Ir. Danny Setiawan, MSc. Sebagai pembicara dari PT. Angkasa Pura, proyek pembangunan NYIA sejak awal perencanaan telah memperhitungan beberapa aspek untuk menghasilkan proyek berstandard internasional. Keterbatasan Bandara Adi Sutjipto mulai dari runway, kapasitas penumpang, dan kapasitas pesawat  mengharuskan percepatan dalam penyelesaian pembangunan NYIA. Proses pengadaan lahan tercepat dan terbesar dengan ganti ”untung” seluas 582,08 ha di Kulon Progo telah selesai sebelum pembangunan dimulai. Bandara telah didesain terhadap dampak tsunami dengan ketinggian 15 m, dan pengaruh  gempa tektonik yang sering terjadi di daerah selatan termasuk dilokasi NYIA. Dengan adanya NYIA tentu akan berdampak positif pada perkonomian dan wisatawan. Perlu diketahui, bersamaan dengan pembangunan NYIA telah disiapkan beberapa jalur strategis seperti jalan bebas hambatan menuju Borobudur, sehingga turis manca akan makin meningkat.

Pembicara 2, Ir. Mitrabeni, dari PT. Cakarbumi, membahas konstruksi cakar ayam, konstruksi lentur tapi rigit. Disampaikan sejarah singkat penemuan Pondasi Cakar Ayam sejak 1961 yang saat itu sebagai pondasi tower transmisi tegangan tinggi di atas tanah lunak rawa-rawa yang kemudian 1989 diaplikasikan di jalan tol Sitiawan & Melaka, Malaysia. Konsep dasarnya pelat tebal merupakan pelat tipis ditambah pipa dengan beban maks 10 ton, dimana cakar ayam berfungsi sebagai angkur, 1979 diaplikasikan pada Apron Juanda, dan1984 di Soekarna Hatta.

Pengembangan Cakar ayam modifikasi  oleh Prof. Dr. Ir. Bambang Suhendro, M.Sc dkk,, sejak 1989 dengan cara pada bagian tepi pelat diberi koperan beton dan permukaan plat diberi lapisan aspal tipis 5 cm . Sistem CAM ini dapat digunakan langsung diatas tanah lunak untuk merintis jalan baru. Dengan koperan beton ditepi pelat dapat menambah kekakuan sehingga mencegah berongganya interface antara slab dan tanah. Penambahan aspal dapat melindungi plat dari panas radiasi matahari sekaligus pengaruh buruk dari hujan yang mengandung asam yang dapat merusak beton.





Baca Selengkapnya »»  

Sabtu, 23 Februari 2019

UCY Selenggarakan Workshop Pengembangan Kurikulum KKNI


Dalam rangka evaluasi kurikulum tiap 5 tahun, maka UCY menyelenggarakan workshop pengembangan kurikulum perguruan tinggi berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Disampaikan oleh Rektor UCY, Ciptasari Prabawanti, S.Psi., M.Sc. PhD., dalam pembukaan workshop jumat tadi (22/2) bahwa UCY sedang mengembangkan sistem tatakelola, sistem informasi, sistem penjaminan mutu internal dan pembenahan sarana prasarana sebagai pendukung mutu pembelajaran sekaligus persiapan akreditasi instusi PT dan beberapa prodi yang menjelang habis masanya.
Workshop yang diselenggarakan selama 2 hari ini menghadirkan pembicara Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES, DEA, MS, selaku Kepala LLDikti Wilayah 5 Yogyakarta dan Dr. Hisyam Zaini, M.A, selaku Sekretaris Kopertais, diikuti oleh semua pimpinan fakultas, program studi dan unit di lingkungan UCY sebagai peserta.

Dalam kesempatan ini disampaikan oleh Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES, DEA, MS, penyelenggaraan pendidikan tinggi harus mengacu pada UU no 12 /2012, dimana untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam menghadapi globalisasi di segala bidang salah satunya pengembangan Kurikulum KKNI mengacu pada Perpres no 2 tahun 2012 yang harus segera direspon oleh program studi. “Perumusan kurikulum harus mempertimbangkan keunggulan UCY yang tercermin pada profil lulusan. Oleh karenanya universitas harus mempertimbangkan berbagai aspek, baik eksternal maupun internal,  sesuai perkembangan teknologi. Hal ini tentu harus tercermin dalam capaian pembelajaran dan kompetensinya”, demikian penyampaiannya. Ditambahkan, UCY sebagai salah satu kampus tertua di DIY, sudah semestinya meningkatkan kinerjanya, agar kepercayaan publik  meningkat. Oleh karenanya  usulan  penambahaprogram studi  baru  harus  benar -benar dipersiapkan dengan baik. Adanya rencana pembukaan prodi baru perencanaan wilayah dan arsitek tentunya perlu dipertimbangkan terhadap perkembangan teknologi global termasuk revolusi industri 4. Dalam workshop ini juga dilibatkan beberapa calon dosen baru untuk turut serta menyusun kurikulumnya yang akan memperkuat  kualitas profil lulusan  yang diharapkan sebagai keunggulan prodi.


Baca Selengkapnya »»  

Senin, 31 Desember 2018

DEMA FakultasTeknik UCY “Back to Nature”,

   Universitas Cokroaminoto yang diprakarsai oleh Dewan Mahasiswa Fakultas Teknik telah melakukan pengabdian masyakarta sebagai rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar kampus UCY di Kampung Gambiran tepatnya di bantaran Sungai Gajahwong (Sabtu, 29/12/2018). Menurut Ferdias Mahardika sebagai ketua panita, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan hidup yang penting sebagai bagian yang menyatu dengan teknik sipil agar dalam implementasi penataan bangunan selalu mempertimbangkan “Back to Nature”. Demikian juga disampaikan oleh Ir. Nurokhman, MT. selaku dosen UCY dan juga sebagai anggota Pokja PKP Kota Yogyakarta bahwa UCY  memang akan terus terlibat dalam penataan permukiman kumuh melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi seperti KKN Tematis, penelitian dan pengabdian masyarakat seperti ini, karena penataan permukiman kawasan kumuh butuh kolaborasi dengan semua elemen baik Pemerintah melalui Dinas PUESDM, Dis PUPKP Kota Yogyakarta, dinas terkait, PT, lembaga Non-GO, dan masyarakat agar bebas kumuh hingga tahun 2021.
Secara simbolis dilakukan penyerahan tanaman oleh Ketua Dema FT UCY, Nazira kepada Dekan FT dan selanjutnya diterima oleh Pak Daroni Ketua RW. Dekan Fak. Teknik UCY, Ir. Erlina, MT. memberikan arahan agar penghijauan di lokasi Taman Pandean sebagai bentuk kolaborasi sinergi dapat diteruskan pada even-even lain seperti Workshop, kerjasama dengan Program Kotaku, atau KKN Tematis. Kegiatan juga dihadiri oleh Ketua RW, Ketua RT beserta warga setempat, relawan
   Pemerintah Kota Yogyakarta telah menerbitkan SK Walikota Yogyakarta Yogyakarta no 216 tahun 2016 Tentang Penetapan Lokasi kawasan Kumuh, diantaranya di bantaran Sungai Gajahwong Kampung Gambiran, Kelurahan Pandeyan dan Kampus UCY berada di dalamnya. Lokasi tersebut berada di areal sempadan Sungai Gajahwong. Kolaborasi yang telah dilakukan UCY antara lain KKN Tematis yang lokasinya di kawasan tersebut, riset strategis penataan kawasan, dan keterlibatan dalam Program Kotaku baik alumni maupun dosennya.
  "Penataan di Kawasan Taman Pandeyan melalui Program Kotaku dan Dinas PUESDM DIY TA. 2018 sudah seyogyanya dioptimalkan oleh warga dengan dukungan kampus UCY agar kedepan bisa menjadi lingkungan yang bermanfaat baik bagi warga maupun alam sekitarnya sehingga memberikan nilai tambah termasuk UCY akan berkembang lebih besar" demikian
disampaikan Ketua RW 13 Kampung Gambiran Bapak Daroni. Ditambahkan, bahwa kegiatan mahasiswa dalam kepedulian lingkungan tidak hanya dinilai dari jumlahnya tetapi hal ini sebagai edukasi agar dapat belajar dari yang kecil untuk kemaslahatan yang besar.  UCY
perlu berkolaborasi dengan Pemkot atau Program Kotaku dalam perencanaan kawasan tidak hanya pada delineasi kumuh saja tetapi juga kawasan penompangnya, sehingga UCY akan makin rahmatan lil 'alamin, berdampak pada kesejahteraan warga setempat. 




Baca Selengkapnya »»  

Kerjasama Internasional Universitas Cokroaminoto dengan PT. MINORI Jepang


   Dalam rangka meningkatkan jejaring internasional  dan uji kompetensi lulusan Teknik Sipil Universitas Cokroaminoto (UCY), maka pada tahun 2018 dilakukan kerjasama dengan PT. Minori yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang: Pengiriman technical intern trainee/magang ke Jepang; support karir dan skill-up bagi technical intern trainee yang telah kembali; Peningkatan SDM melalui penjualan produk brand minori (CV. Ren Creatives) dan pemberdayaan/ peningkatan bahasa Jepang (LPBJ Ayumi).

PT. Minori  didirikan bulan Oktober 2008 dengan motto "Supporting Manufacture and Human Development" menjalankan 3 bidang, dan mulai tahun 2010 PT. Minori juga turut serta aktif dalam kegiatan perbaikan QOL (Quality of Life) masyarakat melalui Yayasan Milestone. 
Jepang dalam dekade mendatang akan mengalami penurunan pertumbuhan penduduk sehingga membutuhkan sumber daya manusia yang diantaranya tenaga teknik sipil dari Indonesia. Untuk dapat bekerja di Jepang diperlukan training selama beberapa bulan agar dapat memahami kondisi etos kerja di Jepang dan penggunaan beberapa instrumen yang diperlukan.

Hasil dari komitmen kerjasama adalah dilakukannya tes uji kompetensi baik tertulis maupun wawancara bagi mahasiswa yang akan lulus atau sudah lulus dan kerjasama ini akan ditindaklanjuti setiap tahun. 





Baca Selengkapnya »»  

Jumat, 16 Desember 2016

Dosen Teknik Sipil Meraih Hibah

Beberapa Hibah Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat diraih Dosen Teknik Sipil UCY sepanjang  Tahun 2016. Hibah Penelitian Dosen Muda diraih oleh Ir. Suryanto, M.T. sebagai ketua tim dengan judul penelitian “Kinerja Kuantitatif Simpang Bersinyal pada Traffic Lihgt Perempatan Monumen Yogya Kembali Yogyakarta. Bantuan dana penelitian Kopertis Wilayah V diterima Ir. H. Singgih Subagya, MT dengan judul penelitian “Kebutuhan Ruang Parkir di Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul DIY. Sedangkan hibah pengabdian pada masyarakat diraih oleh Hery Kristiyanto, S.T., M.T. sebagai ketua tim dengan judul kegiatan “ Iptek bagi Masyarakat (IbM) Pemakaian U Ditch dan Buis Beton sebagai Sarana Drainase Gang”. Pengabdian masyarakat mengambil lokasi di Dusun Nandan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, dan telah mendapat kunjungan dari Tim Monev Kemenristek Dikti. Hasil IbM dipaparkan dalam Seminar Hasil Pengabdian Masyarakat, Jumat 9 Desember 2016 yang dibuka secara langsung oleh Ocky Karna Radjasa, Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat.



Baca Selengkapnya »»  

Kuliah Lapangan Mahasiswa Teknik Sipil

Mahasiswa Teknik Sipil UCY sepanjang tahun 2016 melaksanakan serangkaian Kuliah Lapangan untuk memperluas wawaasan terkait implementasi dari keilmuan. Kuliah lapangan tahun ini meninjau lokasi Asphalt Mixing Plant (AMP) PT. Selo Adikarto, Pemecah Gelombang Pelabuhan Tanjung Adikarto dan Jembatan Pracetak Prategang Sambiroto.






Baca Selengkapnya »»  

Kamis, 24 November 2016

Bakti Masyarakat Mahasiswa Fakultas Teknik UCY

Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta mengadakan Bakti Masyarakat membersihkan sampah sepanjang Pantai Goa Cemara Sanden Bantul yang dimulai Jumat 21 Oktober 2016 dengan mengerahkan 80 personel dan dilanjutkan Sabtu 22 Oktober 2016 yang melibatkan 40 personel mahasiswa. Selain itu diserahkan bantuan 10 tong sampah kepada pengelola obyek wisata Pantai Goa Cemara yang diberikan secara simbolik oleh Dekan Fakultas Teknik UCY, Ir. Erlina, MT sebagai bentuk kepedulian dan partisipasi Fakultas Teknik dalam memelihara kebersihan dan kesehatan lingkungan.


Baca Selengkapnya »»