Minggu, 21 Juni 2020

DAFTAR MATA KULIAH PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FT UCY






SEMESTER  I
NO KODE MATAKULIAH SKS
1 23512101 Agama Islam 2
2 23512102 Pancasila 2
3 20512103 Matematika I 2
4 20512104 Fisika I 2
5 20512105 Kimia I 2
6 20512106 Statistika dan Probabilitas 2
7 20512107 Bahasa Inggris 2
8 20512108 Analisis Struktur Statis Tertentu I 2
9 20512109 Gambar Teknik (PL) 2
10 20512110 Struktur Bangunan Gedung I (PP) 2
11 23510212 Baca Tulis Arab/Al-Qur’an 0
12 23510213 Praktik Komputer 0
Jumlah SKS 20
SEMESTER  II
NO KODE MATAKULIAH SKS
1 23512105 Bahasa Indonesia 2
2 23512202 Kewarganegaraan 2
3 23512203 Al-Islam dan Kebangsaan 2
4 20512204 Matematika II 2
5 20512205 Bahasa Komputer (PL) 2
6 20512206 Analisis Struktur Statis Tertentu II 2
7 20512207 Struktur Bangunan Gedung II (PP) 2
8 20512208 Pengantar Geologi 2
9 20512209 Ilmu Ukur Tanah (PL) 2
10 20512210 Fisika II 2
11 20512211 Kimia II 2
Jumlah SKS 22
SEMESTER  III
NO KODE MATAKULIAH SKS
1 20512301 Matematika III 2
2 20512302 Etika Profesi 2
3 20513303 Analisis Struktur Statis Tak Tentu 3
4 20512304 Ilmu Bahan (PL) 2
5 20512305 Mekanika Tanah I 2
6 20512306 Hidrologi 2
7 20512307 Sistem Transportasi 2
8 20512308 Perancangan Geometri Jalan 2
9 20512309 Hidraulika 2
10 20512310 Dasar-dasar Manj. Konstruksi (PP) 2
Jumlah SKS 21
SEMESTER  IV
NO KODE MATAKULIAH SKS
1 20512401 Matematika IV 2
2 20512402 Mekanika Bahan 2
3 20512403 Teknologi Beton 2
4 20512404 Mekanika Tanah II (PL) 2
5 20512405 Drainase 2
6 20512406 Teknik Lalu Lintas 2
7 20512407 Pemindahan Tanah Mekanis 2
8 20512408 Perancangan Perkerasan Jalan (PL) 2
9 20512409 Lapangan Terbang 2
10 20512410 Pelabuhan 2
11 20512411 Teknik Fondasi I 2
Jumlah SKS 22
SEMESTER  V
NO KODE MATAKULIAH SKS
1 20513501 Analisis Struktur Metode Matriks 3
2 20512502 Ekonomi Teknik 2
3 20512503 Irigasi dan Bangunan Air 2
4 20512504 Teknik Fondasi II (PP) 2
5 20513505 Struktur Beton  I 3
6 20513506 Struktur Baja I 3
7 20512507 Aplikasi Komputer (PL) 2
8 20512508 Aspek Hukum Jasa Konstruksi 2
9 20512509 Kewirausahaan (AIK 2) 2
Jumlah SKS 21
SEMESTER  VI
NO KODE MATAKULIAH SKS
1 20512601 Pengembangan Sumber Daya Air 2
2 20513602 Analisis Struktur Jembatan (PP) 3
3 20512603 Analisis Gempa & Dinamika Struktur 2
4 20512604 Struktur Beton II 2
5 20512605 Struktur Baja II 2
6 20513606 Struktur Kayu (PP) 3
7 20512607 Manajemen Proyek 2
8 20512608 Metode & Teknologi Konstr. 2
Jumlah SKS 18
SEMESTER  VII
NO KODE MATAKULIAH SKS
1 20512704 Metode Penelitian & Teknik Presentasi 2
2 20512703 Perencanaan dan Pengendalian Biaya 2
3 20512709 Sistem Manajemen K3 (PP) 2
4 20512705 Kerja Praktik 2
5 23513701 Perancangan Bangunan Gedung (PP)
Capstone Design
2
6 23513703 Perencanaan Bangunan Air (PP)

2
7   MK Pilihan 1 2
8   MK Pilihan 2 2
Jumlah SKS 16
SEMESTER  VIII
NO KODE MATAKULIAH SKS
1 20513801 Kuliah Kerja Nyata 3
2 20514802 Tugas Akhir 4
Jumlah SKS 7
TOTAL  SKS   : 147
PRAKTIKUM PERENCANAAN (PP)
1. 20512110 Struktur Bangunan Gedung I
2. 20512207 Struktur Bangunan Gedung II
3. 20512709 Sistem Manajemen K3
4. 20513606 Struktur Kayu
5. 20512504 Teknik Pondasi II
6 20513602 Analisis Struktur Jembatan
7 20512310 Dasar-dasar Manajemen Konstruksi
8 23513703 Perencanaan Bangunan Air 
9 23513701 Perencanaan Bangunan Gedung
PRAKTIKUM LABORATORIUM (PL)
1 20512205 Bahasa Komputer
2 20512209 Ilmu Ukur Tanah
3 20512304 Ilmu Bahan
4 20512404 Mekanika Tanah
5 20512408 Perancangan Perkerasan Jalan
6 20512507 Aplikasi Komputer
KETERANGAN: 
PP = Praktikum Perencanaan         PL = Praktikum Laboratorium
Syarat menempuh KP, KKN telah menempuh  100 SKS
Syarat menempuh TA telah menempuh  138 SKS dengan IPK > 2,25
Total yang wajib ditempuh   147  SKS                   

Baca Selengkapnya »»  

Sabtu, 20 Juni 2020

Dokumen SPMI

 

SOTK

SOTK dapat dilihat disini

SK DEKAN TENTANG PENGESAHAN DOKUMEN SPMI FT

Silahkan download disini

KEBIJAKAN SPMI FT

Silahkan download disini

MANUAL SPMI FT

Silahkan download disini

FORMULIR SPMI FT

Silahkan download disini

STANDAR AKADEMIK

  • Standar Pendidikan dan Pengajaran
    • Standar 1. Kompetensi Lulusan
    • Standar 2. Isi Pembelajaran
    • Standar 3. Proses Pembelajaran
    • Standar 4. Penilaian Pembelajaran
    • Standar 5. Dosen dan Tenaga Kependidikan
    • Standar 6. Sarana dan Prasarana
    • Standar 7. Pengelolaan Pembelajaran
    • Standar 8. Pembiayaan Pembelajaran

  • Standar Penelitian
    • Standar 1. Hasil Penelitian
    • Standar 2. Isi Penelitian
    • Standar 3. Proses Penelitian
    • Standar 4. Penilaian Penelitian
    • Standar 5. Peneliti
    • Standar 6. Sarana dan Prasarana Penelitian
    • Standar 7. Pengelolaan Penelitian
    • Standar 8. Pendanaan dan Pembiayaan Penelitian
  • Standar Pengabdian Masyarakat

    • Standar 1. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat
    • Standar 2. Isi Pengabdian Kepada Masyarakat
    • Standar 3. Proses Pengabdian Kepada Masyarakat
    • Standar 4. Penilaian Pengabdian Kepada Masyarakat
    • Standar 5. Pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat
    • Standar 6. Sarana dan Prasarana Pengabdian Kepada Masyarakat
    • Standar 7. Pengelolaan Pengabdian Kepada Masyarakat
    • Standar 8. Pendanaan dan Pembiayaan Pengabdian Kepada Masyarakat

STANDAR NON AKADEMIK

  • Standar 1. Jati Diri
  • Standar 2. Tata Pamong
  • Standar 3. Kemahasiswaan
  • Standar 4. Kerjasama
Standar SPMI FT Silahkan download disini



Baca Selengkapnya »»  

Jumat, 26 Juli 2019

UCY Studium General Hadapi Era Revolusi Industri 4,0


Hari Kamis, 25/07 diselenggarakan Stdium General di Kamopus Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) dengan tema “Perguruan Tinggi Merespon Perubahan” dengan narasumber Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES., DEA mantan Kepala Lembaga Layanan Penidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V. Kegiatan ini sebagai bentuk respon UCY dalam menghadapi perkembangan teknologi di era global ini yang sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia disertaidengan teknologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0, yang membawa inovasi distruptif (distruptiveinnovation), dimana inovasi ini membantu menciptakan pasar baru,sekaligus mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu tersebut. Hal ini tentu menjadi permasalah sekaligus tantangan.

Menurutnya, ada  hal utama arahan dari Menristekdikti terkait akses-mutu-releavnas terkait dengan revolusi industry 4.0. untuk meningkatkan mutu dan relevansi secara berkelanjutan. “Saat ini sejalan dengan Revolusi Industri 4,0 mau tidak mau kita harus menghadapinya. Permasalahan dan tantangan akses yang dihadapi kampus adalah adanya populasi yang besar, disparitas sosial, ekonomi, geografis, daya tampung terbatas, dan pemerataan layanan. Sementara dalam hal mutu dan relevansi terdapat permasalahan dan tantangan seperti peningkatan kelayakan Sarana-prasarana, kualitas dosen, pendidikan karakter, keselarasan  dengan dunia kerja, dan kompetensi lulusan. Untuk menyikap hal tersebut arahan Menristekdikti antara lain penyesuaian kurikulum pembelajaran dlm meningkatkan kemampuan ber IT, sistem perkuliahan distance learning, utk membantu anak bangsa di pelosok peningkatan kualifikasi SDM dan peremajaan SraPras untuk riset, terobosan dalam pengembangan riset yang mendukung RI 4.0, dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas industri, termasuk perusahaan pemula.
Untuk mewujudkan akse-mutu-relevansi tersebut UCY perlu komitmen, mulai dari lini bawah hingga pada jaringan yang lebih luas. Selain itu untuk menghadapu Revolusi Industri 4,0 UCY harus mempersiapkan SDM yang memahami 4 komponen keilmuan: 1) mengubah mindset dan talent; 2) memiliki pemahaman humanity; 3) memiliki kompetensi yang terampil dalam pemanfaatan sarana dan prasarana di era revolusi industri 4.0, dan; 4) memiliki kompetensi teknis praktis yang difasilitasi melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Perguruan tinggi perlu mengembangkan resource sharing khas era revolusi Industri 4.0 dan revolusi industri yang lebih tinggi, yang mendukung proses pembelajaran dan penelitian yang dapat mendongkrak potensi ilmu pengetahuan Indonesia.
Dalam menghadapi perubahan, termasuk babak baru model akreditasi diman Prodi S1 Teknik SIpil saat ini sedang menyusun berkas akreditasi dengan model baru. Disampaikan oleh Ir. Nurokhman, MT. kami sebagai ketua prodi harus menghadapi perkembangan ini termasuk akreditasi dengan model baru yang belum ada contohnya, sehingga jika nanti Teknik SIpil bisa meraih akreditasi pada peringkat yang lebih baik dari sekarang, maka akan menjadi contoh. (Nurokhman.jogja@ucy)
Baca Selengkapnya »»  

MAHASISWA TEKNIK SIPIL UCY, ARIEF HIDAYATULLAH JUARA AERO PONDIRGA


Bertepatan dengan acara Studium General di Kampus Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) dengan tema “Perguruan Tinggi Merespon Perubahan” telah dilakukan penyerahan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi antara lain Muhammad Arif Hidayatullah mahasiswa Teknik Sipil yang meraih Juara III Nasional Federasi Aero Indonesia PONDIRGA. Rektor menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas prestasi tersebut. Selain itu juga diserahkan penghargaan kepada Ratna Dewi Setyaningsih mahasiswa Ilmu Hukum yang meraih Juara III Nasioanl Volly duduk difabel, Agata Khoirunnisa duta pendidikan provindi DIY.  Penyerahan penghargaan disampaikan oleh Rektor UCY Ciptasari Prabawanti, S.Psi., M.Sc., Ph.D dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Drs. Nasrudin, M.Ag. 
Penghargaan tersebut direspon oleh Ir. Bambang Supriyadi, CES., DEA yang juga senagai narasumber Studum General; “Hal ini menunjukkan bahwa Universitas Cokroaminoto Yogyakarta berkomitmen memberikan ruang dan apresiasi kepada mahasiswa untuk berkarya dan berprestasi, bukan saja pada bidang akademik, namun juga non-akademik. Dari sinlah akan tumbuh juara-juara berikutnya dan tidak Cuma mahasiswa tapi dosen-dosennya juga mau maju”. Demikian tambahnya.
Dalam paparannya, Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES., DEA mantan Kepala Lembaga Layanan Penidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V ini sebagai bentuk respon UCY dalam menghadapi perkembangan teknologi di era global yang sudah tidak terbendung masuk ke Indonesia disertai dengan teknologi yang semakin canggih, dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0, yang membawa inovasi distruptif (distruptiveinnovation), dimana inovasi ini membantu menciptakan pasar baru,sekaligus mengganggu atau merusak pasar yang sudah ada, dan pada akhirnya menggantikan teknologi terdahulu tersebut. Hal ini tentu menjadi permasalah sekaligus tantangan. 
. (Nurokhman.jogja@ucy)

Baca Selengkapnya »»  

Rabu, 08 Mei 2019

Mahasiswa Teknik Sipil UCY Saksikan Detik-Detik Pendaratan Pesawat Pertama di Bandara YIA


Hari kamis, 2 mei 2019 mahasiswa Teknik Sipil UCY sejumlah 63 orang melakukan kuliah kerja lapangan (KKL) di Proyek Pembangunan Yogyakarta International Airport (YIA) sebagai kegiatan lanjutan seminar sebelumnya. Dalam penjelasannya, Pak  Gani sebagai manajer lapangan PT.  Angkasa Pura menjelaskan bahwa pembangunan bandara ini merupakan yang terbesar di Indonesia. “Alasan dibangunnya bandara ini karena kemacetan transportasi di Bandara Adisutjipto  milik TNI AU dan keterbatasan kawasan dalam pengembangan terutama panjang runway. Selama ini kami menyewa sehingga saat ada penerbangan latihan TNI AU maka pesawat komersil komersil berhenti sementara. Sementara runway di bandara tersebut tidak dapat diperpanjang karena adanya penghalang jembatan Janti  dan sungai   di sisi barat dan Gunung Boko di timur. Kondisi itulah maka perlunya dibangun YIA”, tambahnya. Disampaikan pula progres pembangunan bandara YIA cukup ketat, dan hari ini 2 Mei 2019 akan dilakukan uji kedatangan dan penerbangan pertama. “UCY bersyukur karena hari ini nanti kalian dapat menyaksikan uji landing dan take off pesawat pertama kali di bandara YIA”.

Dalam kesempatan tersebut melalui gedung Fire Station di lantai 4, bersama dengan beberapa pihak terkait menyaksikan saat-saat pertama kali pendaratan pesawat yang kemudian selang beberapa menit dilakukan penerbangan pesawat. Semua yang menyaksikan bertepuk tangan atas keberhasilan tersebut. Tim PT. Angkasa Pura, Kontraktor PT. Pembangunan Perumahan Tbk, Tim Pemadam Kebakaran dan peserta UCY saling mengucapkan selamat atas keberhasilan uji coba tersebut. Sebagai bentuk ucapan Dekan Fakultas Teknik UCY , Ir. Erlina, MT. memberikan simbol berupa plakat kepada Manajer Lapangan PT. Angkasa Pura, Gani. “ Pak Gani, kami dari UCY turut bangga atas prestasi ini karena akan berdampak pada peningkatan DIY baik ekonomi, pendidikan maupun pariwisata”, tutur Erlina. Dengan kehadiran mahasiswa di lokasi proyek ini akan sangat bermanfaat memberikan gambaran nyata perkembangan teknologi yang belum sempat diterima di meja kuliah.
Dijelaskan tentang pekerjaan konstruksi underpass oleh Ir. Indra Suharyanto, MT. sebagai tim proyek sekaligus dosen UCY. Underpass tersebut merupakan jalan Daendeles yang ruasnya melintas di bandara sehingga dibuat dengan model jalan bawah tanah atau underpass untuk menghindari kemacetan lalu lintas.

Proyek YIA dengan luas terminal 210.000 m2, panjang runway 3.250 m x 45 m, apron 23 parking stand luas : 159.140 m2 , diharapkan dalam 3-5 tahun tercapai 14 mil penumpang, namun dalam 10 tahun mendatang diperkirakan bisa 25 mill penumpang. Pekerjaan tanah dan infrastruktur Bandara YIA dikerjakan oleh PT. PP. Beberapa gedung saat kunjungan lapangan masih dalam proses penyelesaian.









Baca Selengkapnya »»  

Senin, 06 Mei 2019

Fakultas Teknik Gelar Seminar Internasional Low Carbon Eco District

Bertempat di Auditorium Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY), Sabtu 13 April 2019, diselenggarakan Seminar Internasional tentang Low Carbon Eco District sebagai kepedulian terhadap lingkungan untuk memerangi pemanasan global. Dalam penuturannya, Dekan FT, Ir. Erlina, MT, menyampaikan bahwa UCY sebagai perguruan tinggi perlu membekali wawasan mahasiswa dan masyarakat pentingnya penataan lingkungan yang baik seperti Low Carbon, Eco green, Eco Building, Eco Energy dan Eco lainnya yang akan bermanfaat bagi generasi penerus.

Sebagai Keynote Speaker, Mr. Matthieu Caille, M.Sc. dari Green Building Low Carbon Eco District- French Agency Environment And Energy Management (ADEME Perancis) memaparkan bahwa Indonesia adalah negara terpadat ke-4 di dunia dan salah satu penghasil emisi gas rumah kaca (GRK) terbesar. Untuk memerangi perubahan iklim dan berkontribusi pada upaya seluruh dunia yang diprakarsai dengan penandatanganan Perjanjian Paris, Indonesia telah menetapkan berkomitmen untuk mengurangi emisi GRK-nya. hingga 29% pada tahun 2030.

Kota-kota di Indonesia memiliki dampak penting dan negatif terhadap total emisi GRK di Indonesia, dan tampak jelas bahwa mencari solusi untuk mengurangi emisi GRK di Indonesia dimulai dengan mengurangi emisi GRK di kota-kota di Indonesia. Untuk menghindari permasalahan itu dibutuhkan penyadaran bersama semua elemen baik pemerintah, masyarakat, pelaku industri dan kampus seperti UCY untuk mulai dari hal yang paling sederhana, seperti mengubah kebiasaan selalu menggunakan kendaraan bermotor, mengurangi sampah, menanam pohon, merancang perumahan secara vertikal dengan efisien energi listrik, memanfaatkan ruang bangunan untuk penghijauan, dan semua pola eco-green.
Sebagai bagian dari kerja sama dalam urbanisme berkelanjutan antara Prancis dan Indonesia, Program Low Carbon Eco District (LCED) telah dimulai pada tahun 2017 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan perumahan Indonesia untuk merefleksikan dan menemukan solusi tentang cara mendesain, merencanakan dan mengimplementasikan solusi rendah karbon pada skala bangunan perkotaan di Kota Yogyakarta.
Menurut Ir. Nurokhman, MT sebagai pembicara lain, dipaparkan hasil penelitain terkait Kota Yogyakarta sebagai wilayah Kawasan Startegis Pariwisata Nasional maka penataan permukiman kumuh bantaran Sungai Gajahwong masih perlu penyelesaian kompromi ruang sempadan sungai, pemanfaatan air sungai untuk semua tidak tercemar, dan penyediaan sarana prasarana permukiman yang partisipatif agar bisa berkelanjutan dan potensi pendukung destinasi wisata. Permasalahan pembongkaran beberapa rumah yang tidak tertata untuk mundur minimal 3 meter dari talud sungai yang kemudian oleh program PTSL menjadi penataan yang sinergi. Dampak kegiatan tersebut aksesibilitas, penyediaan sarana dasar warga  dan ruang terbuka publik telah tersedia yang berdampak pada pengembangan perekonomian warga bantaran. Penyadaran pentingnya sungai sebagai bagian dari kehidupan kita perlu didukung oleh semua pihak walaupun kadang regulasi yang ada membatasi ruang gerak program.
Dalam diskusi seminar ini dihadiri juga dari World Bank (Paulus Bawole) dan Dinas PUPKP Kota Yogyakarta, Sigit Setiawan. Mereka berpendapat konsep Low Carbon Eco District perlu dikemas agar dapat diimplementasi hingga tingkat basis atau warga bawah dan kompromi garis sempadan sebagaimana yang diatur dalam KemenPUPR Nomor 28 tahun 2015 telah dilakukan focus group discussion oleh beberapa OPD terkait mengingat keberadaan rumah warga lebih dulu daraipada aturannya dimana garis sempadan sungai dipertimbangkan terhadap kajian teknis, kearifan lokal, dan kondisi eksisting. 
  

Baca Selengkapnya »»